ARTIKEL

SERING DIANGGAP SEPELE, DEMAM TINGGI PADA ANAK BISA SEBABKAN HAL INI

Friday, 28 June 2019

SHARE      

 Sering Dianggap Sepele, Demam Tinggi pada Anak Bisa Sebabkan Hal Ini

Demam adalah salah satu masalah kesehatan yang sering sekali terjadi pada bayi dan anak-anak. Sebenarnya, demam merupakan pertanda bahwa sistem kekebalan tubuh anak sedang berusaha melawan infeksi yang ingin menyerangnya. Kebanyakan demam pada anak biasanya bukan disebabkan oleh sesuatu yang serius.

Namun, bukan berarti ibu boleh menyepelekannya. Apalagi bila demam anak semakin tinggi. Pasalnya, demam tinggi pada anak yang tidak segera ditangani bisa membahayakan kondisi Si Kecil. Ketahui hal-hal apa saja yang bisa terjadi bila anak mengalami demam tinggi.

Suhu tubuh yang normal pada anak adalah 36,5–37,5 derajat Celsius. Anak bisa dikatakan mengalami demam ketika suhu tubuhnya meningkat sampai lebih dari 38 derajat Celsius. Perlu diketahui, demam bukanlah sebuah penyakit, melainkan sebuah gejala. Jadi, bila anak demam, ibu perlu mencari tahu apa penyebab yang mendasarinya. Berikut beberapa hal yang biasanya menjadi penyebab demam tinggi pada anak:

  • Infeksi
    Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, demam merupakan tanda bahwa sistem kekebalan tubuh anak sedang melawan infeksi. Nah, infeksi yang sering menjadi penyebab anak mengalami demam tinggi adalah infeksi bakteri dan virus. Berbagai penyakit infeksi yang bisa menyebabkan demam tinggi pada anak, di antaranya flu, radang amandel, roseola, infeksi saluran pernapasan atas (ISPA), infeksi telinga, infeksi ginjal, infeksi saluran kemih (ISK), cacar air, dan batuk rejan.
  • Efek Imunisasi
    Sebagian bayi dan anak bisa mengalami demam setelah imunisasi. Biasanya, demam yang muncul tergolong ringan. Tanyakanlah ke dokter yang memberikan imunisasi mengenai pengobatan yang bisa diberikan bila anak demam setelah imunisasi. Ibu juga bisa memberikan bodrexin Demam pada Si Kecil yang ampuh untuk menurunkan panas pasca imunisasi.
  • Pakaian dan Suhu Udara
    Selain infeksi, pakaian yang terlalu tebal atau suhu udara yang terlalu panas juga bisa menyebabkan anak demam. Kondisi ini biasanya dialami oleh bayi yang baru lahir. Jadi, ibu dianjurkan untuk memakaikan bayi pakaian tebal hanya di saat suhu udara sedang dingin saja.

Demam Tinggi Bisa Sebabkan Kerusakan Otak pada Anak

Bila suhu tubuh anak saat demam lebih dari 41 derajat Celsius, maka ini bisa berpotensi menyebabkan kerusakan pada berbagai jaringan tubuh, salah satunya adalah otak. Namun sebenarnya, jarang sekali infeksi bisa menyebabkan suhu tubuh anak meningkat hingga di atas 41 derajat Celsius.

Berdasarkan sebuah penelitian, 49 persen dokter spesialis anak di Amerika Serikat berpendapat bahwa kejang merupakan dampak berbahaya yang bisa disebabkan oleh demam dan 22 persennya percaya bahwa kerusakan otak yang terjadi adalah akibat kejang yang dialami anak saat demam.

Namun, kebanyakan kasus demam pada anak tidaklah membahayakan jaringan otak maupun menimbulkan epilepsi. Apalagi tubuh manusia memiliki mekanisme yang dapat menurunkan suhu dengan sendirinya saat terjadi demam. Jadi, suhu tubuh kita diatur oleh pusat pengatur suhu yang berada di salah satu bagian otak yang bernama hipotalamus.

Saat demam terjadi, pusat pengatur suhu tersebut akan menyeimbangkan antara produksi panas dalam tubuh dengan pengeluaran panas dari dalam tubuh. Dengan begitu, suhu tubuh tidak akan terus meningkat.

Penelitian lain menyebutkan bahwa kerusakan otak mungkin terjadi bila demam anak sangat tinggi, hingga suhu tubuhnya melebihi 42 derajat Celsius. Namun, kondisi tersebut sangatlah jarang terjadi. Nyatanya, suhu tubuh anak bisa meningkat setinggi itu bila suhu udara luar sangatlah panas. Misalnya, bila ibu meninggalkan anak di dalam mobil saat cuaca panas.

Jadi, demam tinggi pada anak sebaiknya jangan dibiarkan saja. Berikut beberapa hal yang bisa ibu lakukan untuk menurunkan demam anak:

  • Kompres dahi anak menggunakan handuk kecil yang dibasahi air hangat. Usahakan untuk tidak menggunakan kompres dingin, karena bisa meningkatkan suhu tubuh dan membuatnya menggigil.
  • Buat anak nyaman saat tidur. Caranya dengan memastikan suhu ruangannya sejuk (tidak terlalu panas atau dingin)  dan buka jendela agar suhu ruangan terasa lebih sejuk (kecuali saat malam hari). Meski begitu, ibu tetap dianjurkan untuk menyelimuti anak dengan kain tipis saat ia tidur.

Jadi, bila Si Kecil demam, enggak usah khawatir. Berikan saja bodrexin Demam yang hadir dalam dua varian, yaitu sirup dan tablet. Untuk bayi yang berusia di bawah 2 tahun, ibu bisa memberikan bodrexin Demam Sirup. Sedangkan bagi anak-anak berusia 2 tahun ke atas yang sudah bisa mengunyah dengan baik, ibu bisa berikan bodrexin Tablet. bodrexin Demam sudah dikenal dan dipercaya sebagai obat yang ampuh menurunkan panas demam, meredakan rasa nyeri, dan demam setelah imunisasi. Selain itu, rasa jeruknya juga disukai anak-anak.

  BACA JUGA

4 Tips Liburan Saat Anak Flu dan Batuk

Liburan sekolah anak tahun ini jatuh di awal musim kemarau, di mana cuaca terasa sangat panas di siang harinya.

Artikel02/07/2019

Gerak Ceria Berbo

Ajak si Buah Hati mengikuti Gerak Ceria Berbo yuk Moms!

Artikel30/06/2019

Anak Mendadak Demam, Bolehkah Langsung Minum Obat?

Tubuh Si Kecil demam, bisa jadi pertanda bahwa sistem imunnya sedang bekerja melawan infeksi virus, bakteri, jamur, ataupun zat asing lainnya yang masuk ke dalam tubuhnya. Jadi, bisa dikatakan bahwa demam merupakan proses pertahanan diri yang dilakukan Si

Artikel28/06/2019