ARTIKEL

PENGOBATAN IRASIONAL TURUNKAN DAYA TAHAN TUBUH

Monday, 23 March 2015

SHARE      

Pengobatan Irasional Turunkan Daya Tahan Tubuh

Banyak orangtua yang terlalu cemas ketika kesehatan buah hatinya menurun, padahal mungkin si Kecil hanya kena flu atau batuk sedang. Kecemasan yang berlebihan juga tidak salah, namun perlu diminimalisir agar si Kecil tidak tergantung dengan dokter dan rumah sakit. Banyak kok obat-obatan yang dapat dibeli di apotek dan dapat meredakan sakit anak. Contohnya bodrexin yang memiliki berbagai macam varian untuk sakit ringan anak, seperti panas demam, flu atau batuk.

Ketika orangtua terlalu khawatir dengan penyakit ringan anak dan langsung dibawa ke dokter, si Kecil akan menjadi ketergantungan dengan obat dokter. Tak jarang dokter yang memberi antibiotik atau obat-obatan mahal, padahal si Kecil hanya merasa demam biasa. Selain berbahaya bagi kesehatan karena dapat menggerogoti daya tahan tubuh, penggunaan obat yang tidak rasional dan berlebihan akan meningkatkan biaya layanan kesehatan. Pengobatan irasional menurut definisi WHO, pasien menerima obat sesuai dengan kebutuhan klinis mereka, dalam dosis yang tepat, untuk jangka waktu yang cukup (adekuat), dan pada biaya terendah bagi mereka dan komunitas mereka.

Turunkan Daya Tahan Tubuh
Salah satu dampak penggunaan obat irasional seperti antibiotik dapat menyebabkan dampak negatif pada kesehatan. Hal yang harus diingat, antibiotik hanya dibutuhkan untuk pengobatan pada infeksi bakterial. Jadi, penyakit seperti masuk angin, demam, batuk, sakit tenggorokan, dan pilek yang disebabkan oleh virus tidak membutuhkan antibiotik. Begitu juga diare yang bisa diatasi dengan oralit/larutan gula-garam, sehingga yang dibutuhkan bukan obat untuk memampatkan, kecuali atas indikasi medis yang diberikan dokter. Penggunaan antibiotik yang tidak tepat dapat menurunkan daya tahan tubuh. Sebab, kuman penyebab penyakit menjadi semakin kuat atau imun terhadap antibiotik. Akibatnya, obat yang sama di kemudian hari tidak akan dapat mengatasi penyakit tersebut, tapi dibutuhkan obat yang lebih kuat. Selain itu, penggunaan antibiotik tidak tepat akan mengakibatkan tubuh tidak bekerja secara maksimal saat melawan penyakit. Sebab, ada antibiotik yang selalu melawan kuman. Bisa diibaratkan, orang yang sering berlatih bersama sparing partnernya, fisiknya akan lebih kuat dari orang yang tidak pernah bersparing partner. Akibatnya, tubuh mudah terserang penyakit.

Tips Agar Terhindar dari Pengobatan Irasional
Ini loh cara Moms agar terhindar dari pengobatan irasional atau tidak tepat:

  • 1. Bersikap kritis dan berani bertanya pada dokternya, obat apa saja yang diresepkan dan apa manfaatnya. Jika dokter memastikan tidak ada infeksi bakteri, tanyakan bagaimana cara untuk mengurangi gejala yang timbul.
  • 2. Gunakan sendok takar yang dianjurkan, jangan menggantinya dengan sendok teh atau sendok makan yang ada di rumah.
  • 3. Perluas wawasan tentang dunia kesehatan, medis, dan obat-obatan. Ini membantu Moms saat berkonsultasi dengan dokter.
  • 4. Jangan sekali-kali menggunakan obat keras tanpa resep seperti antibiotik, antiradang, dan obat lainnya pada anak.
  • 5. Jangan menggunakan resep yang lama untuk mengatasi penyakit anak yang baru, meski gejalanya terlihat sama.
  • 6. Bila Moms ragu memberikan obat kimiawi pada si Kecil, berikan saja obat tradisional yang lebih aman dan tak kalah ampuh.
  • 7. Jangan terlalu sering mengajak anak ke dokter jika memang sakitnya tidak terlalu parah. Bisa gunakan obat yang dapat dibeli di apotek, seperti bodrexin yang dapat meredakan penyakit ringan pada anak.

  BACA JUGA

Tips Memilih Pengasuh untuk Anak-anak

Saat cuti melahirkan usai, Moms pun harus kembali bekerja. Lalu si kecil siapa yang menjaga

Artikel13/07/2015

Aturan Super Ketat atau Toleran Mana yang Terbaik untuk Anak

Setiap ibu selalu ingin memberikan yang terbaik untuk buah hatinya.

Artikel09/07/2015

5 Cara Agar Anak Tidak Mudah Sakit

Siapa yang tidak khawatir jika si Kecil jatuh sakit? Berbagai penyakit menular pada anak sulit dihindari. Ketika daya tahan tubuh anak mulai menurun, banyak virus yang masuk ke tubuh dan menyerang anti-bodinya.

Artikel23/03/2015